Saya pernah suka sama
perempuan, temen kuliyah. Tapi pas saya menyatakan cinta padanya, ternyata dia
belum siap, katanya kita mendingan sahabatan aja (jawaban klasik). Tapi jawaban
dia seperti itu mungkin juga karena sayanya yang kurang tegas tentang
perasaanku sama dia. Tapi saya belum menyerah mungkin saja Tuhan berkehendak
lain. Seiring berjalannya waktu, 2 tahun kemudian temen-temen ngobrolin tentang
kalu dia bakalan nikah gak lama lagi. Ahh.. itu mungkin Cuma kabar burung,
pikirku. Tapi setelah aku tanyakan dengan sang empunya ternyata itu benar,
bukan cema sekedar kabar burung. Kehidupan pun seolah terhenti ketika ku dengar
jawaban langsung dari dia. Jantung berdetak lebih cepat dan seolah-olah langsung
berhenti.
Hari ini, Rabu 10-03-2015,
hari dimana dilaksanakannya resepsi pernikahan seorang perempuan yang dulu
pernah saya taruh harapan padanya. Rasa cinta, sayang yang dulu ada untuknya
harus pupus. Bukan karena aku sudah tidak memiliki rasa itu, tetapi karena ia
akan menjadi milik orang lain.
Ada sebuah kata bijak yang
mengatakan, “Jika akhirnya kamu tidak bersama dengan orang yang sering kau
sebut dalam doamu, mungkin kamu akan dibersamakan dengan orang yang diam-diam
sering menyebut namamu dalam doanya.” Dari situ saya juga mulai mengerti
ternyata pacar yang kita cintai belum
tentu menjadi pasangan hidup kita. Semua masih bisa berubah seiring berjalannya
waktu dan juga kehendak Tuhan. Kalau Tuhan berkehendak lain, ya kita gak bisa
maksain dengan yang kita mau.
Sebelum menikah banyak
laki-laki yang menaruh perasaan sama dia, sampe sekarang pun mungkin masih ada.
Beruntung sekali yang dapetin kamu, ya karena memang orangnya cantik terus
solehah juga (sesuai kriteria kebanyakan orang). Terhitung (setahuku) ada 3
laki-laki yang suka sama di (termasuk aku), gak tau yang lainnya. Tapi ternyata
semua laki-laki itu lewat, gak ada yang jadi sama dia, termasuk yang suka sama
dia waktu masih di pondok pesantren. Tapi maaf aku gak bisa menghadiri resepsi
nikahan mu, karena selain tempatnya yang jauh, disini saya juga punya
kesibukan. Aku Cuma bisa ngirim doa, semoga kamu dengan pasanganmu menjadi
keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Aamiin
Selamat menempuh kehidupan
yang baru wahai sahabatku, Sulistiawati
0 komentar:
Posting Komentar